Maulidan atu Maulid Nabi merupakan tradisi atau kultur budaya ummat Islam di dunia khususnya Indonesia, selain itu ada tradisi tahlilan, yasinan, sholawatan, ziarah kubur dan masih banyak lagi yang selama ini di anggap bid'ah.
Apa itu bid'ah ? secara umum bid'ah memiliki arti sesuatu perbuatan yang dilakukan manusia pada zaman sekarang dimana pada zaman nabi, nabi tidak pernah melakukannya. Padahal pada zaman sekarang banyak sekali yang kita lakukan, namun pada saat itu Nabi tidak pernah melakukannya, misalkan bermain Gadget atau Laptop. Wallahu A'lam.
Yuk kita sedikit berbagi pengetahuan tentang apa itu Maulidan, Sholawatan dan juga Tahlilan.
Apa itu sebenarnya Maulidan ?
Maulidan merupakan sebuah tradisi islam di nusantara untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. yang jatuh setiap tanggal 12 rabiul awal dalam penanggalan tahun hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa arab artinya hari lahir, jika dilihat dari artinya tradisi ini sudah jelas maksud dan tujuannya yaitu memperingati hari lahir Nabi Muhammad sebagai bentuk wujud ekspresi kegembiraan dan penghormatan kaum muslim kepada Nabinya yang merupakan manusia yang menjadi suri tauladan bagi seluruh ummat manusia. Untuk isi dari kegiatan maulid nabi sendiri yaitu biasanya berupa pengajian (Mauidhah hasanah) yang dilakukan oleh para kyai untuk menceritakan sejarah (tarikh) Nabi Muhammad SAW dalam segala sisi kehidupan Nabi seperti saat nabi dilahirkan dalam keadaan Yatim hingga perjuangan nabi sampai Nabi Wafat, selain mauidhah hasanah biasanya dalam acara tersebut banyak melantunkan shalawatan atau shalawat nabi yang dilantunkan oleh group-group rebana atau marawis yang ada, sholawatan itu sendiri diambil dari kumpulan sejarah nabi dan sholawat yang ada dalam kitab dhiba’ dan istilah dalam kaum Nahdliyyin disebut dengan Dhiba’an atau berjanjen.
Apa itu Sholawatan ?
Sholawatan adalah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad sebagai manusia termulia di dunia, biasanya tradisi sholawatan ini di adakan di masjid-masjid atau pada acara-acara tertentu seperti acara walimatul arsy ataupun walimatul khitan dengan menghadirkan group-group rebana atau marawis. Tradisi sholawatan ini biasanya di adakan setiap bulan rabiul awal (mulud-jawa) selama sebulan penuh disetiap masjid-masid atau musholla di indonesia, pesertanya pun beranekaragam usia mulai dari anak-anak kecil hingga orang-orang tua, mereka begitu khusyu’ dalam melantunkan sholawat-sholawat kepada nabinya manusia yang dapat memberikan syafa'at nanti di hari kiamat. Tradisi Sholawatan sendiri sesuai dengan alqur’an dimana Allah berfirman “Innallaha wa malaikatahu yusholluna ‘alan nabi, ya ayyuhalladzina amanu shollu ‘alihi wa sallimu tasliman”. Dari ayat alqur’an tersebut bisa kita resapi lebih dalam bahwa Allah dan malaikat-Nya saja sudah nyata-nyata bersholawat kepada Nabi Muhammad, maka manusia yang hanya seorang hamba tentu juga tidak ada masalah jika membaca sholawat untuk Nabinya. Bagi Penganut Islam nusantara khususnya warga nahdliyyin mempunyai anggapan tidak masalah melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh kanjeng Nabi asalkan tidak melanggar syari’at-Nya. Bagi mereka Bid’ah itu ketika ibadah mahdhah yang berjumlah lima macam yaitu Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan ibadah Haji ditambah-tambah, dikurangi atau dirubah-rubah, di luar lima itu tidak menjadi suatu masalah. Hal itu terasa jelas Jika kita menilik Kitab suci Alqur’an dimana Ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ibadah mahdhah hanya 3%, dan sisanya 97% itu tentang ibadah mu’amalah, itu artinya Allah lebih banyak menjelaskan tentang bermuamalah untuk menjaga, agar hubungan dengan sesama manusia tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Innama a’malu binniyat segala sesuatu tergantung niatnya, karena barang baik jika kita taruh pada tempat yang tidak sesuai maka akan menjadi tidak baik.Wallahu a’lam.
Apa itu Tahlilan ?
Tradisi Tahlilan, Secara bahasa, Tahlil mempunyai arti menyatakan Allah sebagai Tuhan dengan ucapan Laa ilaaha illallah. Sedangkan Tahlilan, di dalamnya mengandung unsur tradisi atau budaya, yaitu kegiatan yang diadakan untuk melakukan do'a secara bersama-sama sekelompok (jamiyah) orang untuk orang yang telah meninggal dunia. Dalam tradisi tahlilan tersebut selain mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallah juga mengucapkan kalimat muhammadurrasulullah, itu artinya dalam tradisi tahlilan selain mengakui Allah sebagai tuhan juga mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Tahlilan hanyalah sebuah tradisi saja dan bukan sesuatu yang wajib oleh karena itu sah-sah saja karena di dalamnya tidak ada unsur tercela sama sekali hanya dzikir dan dzikir mengingat dan mengakui kekuasaan Allah serta mensyukuri apa yang telah Allah karuniakan kepada hambanya. Didalam tradisi tahlilan biasanya di dahului dengan yasinan (membaca surat yasin) secara bersama-sama (berjamiyyah).
Terakhir, yang perlu digaris bahawi dalam tradisi-tradisi ummat islam di Indonesia ini selain memperkuat keimanan terhadap Allah juga mampu mempererat kesatuan dan persatuan antar anak bangsa. Ini sangat penting sekali untuk terus Mengawal ajaran ahlussunah wal jamaah dan juga menjaga Negara Kesatuan republik Indonesia dari upaya memecah belah bangsa Indonesia. Indonesia dengan PANCASILA dan UUD’45 diperjuangkan oleh para pahlawan nasional dan juga para ulama dengan tidak mudah (nyawa taruhannya), oleh sebab itu wajib hukumnya untuk dipertahankan.

