Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan terbesar yang ada di bumi nusantara Indonesia,
Nahdlatul Ulama' disingkat dengan NU dan memiliki arti kebangkitan
ulama'. Sebuah organisasi yang didirikan oleh para ulama' pada tanggal 31
Januari 1926 Masehi atau 16 Rajab 1344 Hijriyah di Kota Surabaya.
NU merupakan organisasi islam dengan mengusung ajaran ahlussunah waljamah, dengan masyarakatnya yang disebut dengan nahdhiyyin yang cenderung traditional dan memiliki berbagai kebiasaan yang banyak tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi islam lainnya, dan tak jarang kebiasaan ummat nahdhiyyin ini acap kali di katakan sebagai bid'ah dan melenceng dari ajaran islam.
kegiatan-kegiatan itu di antaranya Aqiqah yaitu penyembelihan hewan qurban (kambing) ketika seorang bayi dilahirkan, Diba'an yaitu tradisi membaca atau melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Yasinan dan tahlilan yaitu tradisi kaum nahdhiyyin membaca yasin atau tahlil untuk mendoakan orang yang telah meninggal. tradisi-tradisi atau budaya warga nahdhiyyin lainnya seperti wiridan yaitu membaca istighfar, kalimah thoyyibah, dzikir dan do'a-do'a setelah shalat fardhu. Dalam melakukan shalat subuh warga nahdhiyyin juga menggunakan doa qunut doa yang dibaca saat i'tidal pada rakaat kedua shalat subuh. Dalam shalat jum'at warga nahdhiyyin memakai 2 kali adzan, Dan kebiasaan yang lain adalah ziarah kubur tradisi mendatangi makam orang tua, keluarga leluhur, atau ulama untuk mendoakan mereka.
Masih banyak kebiasaan-kebiasaan mereka dalam melakukan amal kebaikan seperti istighotsah yaitu kegiatan doa bersama utuk memohon pertolongan kepada Allah ketika sedang ditimpa kesulitan. Ada juga kegiatan mauludan yaitu tradisi peringatan kelahiran baginda nabi Muhammad SAW.
Pertanyaannya, apakah di antara sekian banyak kebiasaan-kebiasaan warga NU tersebut diatas ada yang mengandung kemaksiatan ? Jika tidak, maka sungguh mulia kebiasaan-kebiasaan warga NU ini dalam mengimplementasikan budaya-budaya leluhur dengan budaya-budaya islam tanpa mengurangi nilai-nilai budaya leluhur itu sendiri. Inilah yang disebut islam nusantara.

