-->

Istighotsah dan bacaannya

Istighotsah
Istighotsah adalah salah satu kebiasaan atau tradisi warga Nahdliyyin selain kebiasaan melakukan maulidan, sholawatan, tahlilan dan juga kebiasaan ziarah kubur. Istighotsah merupakan tradisi dengan kegiatan dzikir dan doa bersama.

berikut adalah bacaan-bacaan dalam istighotsah :

الفاتحة
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ  x 11
 لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ x 11
لاَحَوْلَ وَلاَمَلْجَأَ وَلاَمَنْجَى مِنَ اللهِ اِلاَّ اِلَيْهِ  x 11
 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  x 11
 يَا اللهُ يَاقَدِيْمُ  x 11
 يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ يَابَاسِطُ يَاجَلِيْلُ  x 11
 يَامُبْدِئُ يَاخَالِقُ  x 11
 يَاحَفِيْظُ يَانَصِيْرُ يَاوَكِيْلُ يَا أَللهُ   x 11
 يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ   x 11
 يَالَطِيْفُ  x 25
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا   x 11
 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِىْأَدْرِكْنِيْ يَارَسُوْلَ اللهِ   x 11
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِالْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُوَحُسْنُ اْلخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِوَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّمَعْلُوْمٍ لَكَ  x 3

 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْجَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَاْلأَفَاتِ وَتَقْضِى لَناَ بِهَا جَمِيْعَالحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَىاْلغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الخَيْرَاتِ فِى الحَيَاةِ وَبَعْدَالْمَمَاتِ   x 3
 يَابَدِيْعُ   x 25

baca surat يس dan surat الواقعة

اللهُ أَكْبَرُ (3×) يَارَبَّنَا وَإِلَـهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلاَنَافَانْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِيْنَ  x 3
 حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ القَيُّوْمِ الَّذِى لاَيَمُوْتُ أَبَدًا وَدَفَعْتُعَنْكُمُ السُّوءَ بِأَلْفِ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِالعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ  x 3
 الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دِيْنِالإِسْلاَمِ   x 3
 بِسْـمِ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ لاَيَسُوْقُ الْخَيْرَ اِلاَّ اللهُ  x 1
ِبسْـمِ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ لاَيَصْرِفُ السُّوءَ اِلاَّ اللهُ   x 1
بِسْـمِ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَاللهِ   x 1
بِسْـمِ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِاْلعَلِيِّ العَظِيْمِ   x 1
 سَأَلْتُكَ يَاغَفَّـارُ عَفْـوًا وَتَوْبَةً  وَبِالقَهْرِ يَاقَهَّارُ خُذْمَنْ تَحَيَّلاً   x 3
فَهَبْ لِيْ يَاوَهَّابُ عِلْمًا وَحِكْمَةً  وَلِلرِّزْقِ يَارَزَّاقُ كُنْلِيْ مُسَهِّلاً   x 3
 يَاجَبَّارُ يَاقَهَّارُ يَاذَا البَطْشِ الشَّدِيْدِ، خُذْ حَقَّنَاوَحَقَّ المُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمَنَا وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّىعَلَيْنَا وَعَلَى اْلمُسْلِمِيْنَ   x 3
 الفاتحة
 التهليل بالإختصار

Kegiatan istighotsah ditutup dengan membaca kalimah tahlil dan doa bersama. Demikian artikel singkat tentang istighotsah dan semoga memberikan manfaat.

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat dhuha

Shalat dhuha yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan pada saat waktu dhuha ( pagi hari ). Shalat dhuha dikerjakan setelah matahari terbit sempurna hingga waktu istiwa (waktu matahari tepat di atas sebuah benda ).

Sholat dhuha mempunyai banyak hikmah, diantara hikmah itu adalah :

Ampunan Dosa
Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Seperti Sabda Nabi :
من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر
Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Tidak Dianggap Orang Lalai
Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha. Rasulullah bersabda :
من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين
Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Dhuha sebagai Sedekah
Sesuai Sabda Nabi :
يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي
Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at,” (HR Muslim).

Keutamaan Sholat Dhuha :
1. Wasiat Rasulullah
2. Sholat awwabin
3. Dua rakaat dhuha senilai 360 sedekah
4. Empat rakaat dhuha membawa kecukupan
5. Ghanimah terbanyak
6. Berpahala umrohWaktu

Shalat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah mulai naik seukuran tombak, atau kisaran jam 7 pagi, sampai tergelincirnya matahari. Minimal raka’at shalat dhuha adalah dua raka’at dan lebih utama dikerjakan sebanyak delapan raka’at.

Tata cara shalat Sunnah dhuha sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:
1.Niat
2.Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
3.Membaca surat Al Fatihah
4.Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
5.Ruku’ dengan tuma’ninah
6.I’tidal dengan tuma’ninah
7.Sujud dengan tuma’ninah
8.Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
9.Sujud kedua dengan tuma’ninah
Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
10.Membaca surat Al Fatihah
11.Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
12.Ruku' dengan tuma’ninah
13.I’tidal dengan tuma’ninah
14.Sujud dengan tuma’ninah
15.Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
16.Sujud kedua dengan tuma’ninah
17.Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
18.Salam

Berikut ini adalah lafal niat shalat dhuha.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatad dhuha rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”

Doa ini dianjurkan dibaca setelah mengerjakan Shalat dhuha.

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Allahumma innad dhuha’a dhuha’uka, wal baha’a baha’uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahumma in kana rizki fis sama’i, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kana haraman, fa thahhirhu. Wa in kana ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuha’ika, wa baha’ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudratika. Atini ma ataita ‘ibadakas shalihin.
Allahumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqatilu. Rabbighfir li, warhamni, watub ‘alayya. Innaka antat tawwabur rahim.

Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.
Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

Demikianlah ulasan tentang shalat Sunnah dhuha, semoga bermanfaat.

Shalat Sunnah Taubat

Shalat Taubat
Manusia tempatnya salah dan lupa, manusia acap kali lupa untuk bersyukur dengan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

Manusia juga terkadang lebih banyak menggunakan harta yang telah didapat untuk bermaksiat dibandingkan dengan menggunakannya dijalan Allah. 
Nabi SAW bersabda.
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya: “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertobat.” (HR. Ibnu Majah).

Dan ketika ini terjadi pada manusia hendaklah segera bertaubat dengan sungguh-sungguh dan berjanji untuk tidak mengulangi dosa-dosa yang telah diperbuat.
Para ulama mengajarkan agar ketika seseorang hendak bertobat atas sebuah dosa dan kesalahan yang ia perbuat terlebih dahulu melakukan shalat sunnah dua rakaat yang disebut dengan shalat taubat. Ajaran para ulama ini didasarkan pada sebuah hadits Nabi—di antaranya diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi—dari sahabat Ali bin Abi Thalib, dari sahabat Abu Bakar As-Shidiq bahwa Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ،
 ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ 
Artinya: “Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia beranjak bersuci, melakukan shalat kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah kecuali Allah mengampuninya.”

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain menuturkan perihal shalat tobat sebagai berikut
وَمِنْه صَلَاة التَّوْبَة وَهِي رَكْعَتَانِ قبل التَّوْبَة
 يَنْوِي بهما سنة التَّوْبَة
Artinya: “Termasuk shalat sunah adalah shalat taubat, yakni shalat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat shalat sunnah taubat.”

Dari penjelasan Syekh Nawawi di atas dapat disimpulkan bahwa shalat tobat merupakan shalat sunnah yang terdiri dari dua rakaat dan dilakukan sebelum seseorang bertaubat kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan.

Pelaksanaan shalat taubat tidak berbeda dengan pelaksanaan shalat pada umumnya. Namun disunnahkan untuk mandi besar terlebih dahulu sebelum mengerjakan shalat Sunnah taubat. 

Adapun niat shalat taubat adalah:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةَ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
"Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala"
Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.

Setelah selesai shalat dua rakaat kemudian dilanjutkan bertaubat dengan membaca istighfar yang disertai dengan penyesalan, tekad kuat untuk menjauhkan diri dari perilaku dosa dan tidak akan mengulanginya lagi.

Dan kemudian membaca do'a diantaranya sebagai berikut :
Do’a Sholat Taubat 1
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ
 الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
 تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
 تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا 
وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
Artinya : saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang dholim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

Do’a Sholat Taubat 2
أللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ،
 خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ،
 وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ،
 أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ،
 أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، 
وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ
 فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.

Do’a Sholat Taubat 3
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى
 وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ
 وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ
 وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ
 حَتَّى اَخَافَكَ .
 اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى
 عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ
 عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ 
حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِى التَّوْ بَةِ
 خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ
 النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ
 وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ
 فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ
 . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ
Artinya: Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.

Waktu Pelaksanaan Sholat :
Sholat taubat termasuk sholat sunnah yang dikerjakan hanya apabila ada kejadian-kejadian tertentu yang menjadi penyebabnya. Sholat dangan ciri seperti ini juga ditemukan pada sholat hajat dan istikhoroh. Selain itu, sholat dengan karakteristik ini juga secara khusus tidak ada pembatasan waktu pengerjaannya.

Adapun terkait kapan waktu yang idealnya, sebagian ulama berpendapat jika sholat taubat baiknya dikerjakan sesegera mungkin, setelah kita menerima hidayah dari Allah SWT. Hal ini bertujuan agar pengampunan atas dosa yang kita lakukan tidak Allah tangguhkan, sementara kita sendiri tidak tahu batas dari usia hidup kita.

Sementara sebagian ulama lain berpendapat untuk melaksanakan sholat taubat pada waktu kapan saja akan tetapi dengan pengecualian yaitu pada waktu dilarangnya melaksanakan sholat sunnah. Waktu-waktu tersebut diantaranya, pada saat shubuh hingga terbit matahari (Syuruq) dan Ashar hingga matahari tenggelam.

Syarat-syarat Taubat Nasuha
Sementara itu, untuk mendapatkan keberhasilan dalam melaksanakan taubat nasuha ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Menyesali segala perbuatan dosanya.

Penyesalan ini diawali dengan pengakuan sepenuh hati dengan penuh kejujuran jika apa yang telah kita lakukan itu adalah perbuatan salah dan melanggar. Ini penting guna membangkitkan tingkat kesadaran sehingga di kemudian hari tidak ada lagi rasa permisif dalam melakukan dosa.

Setelah itu baru melahirkan rasa sesal, sedih, marah dan takut atas segala perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Rasa ini timbul setelah kita mengetahui berbagai ancaman Allah terhadap perbuatan dosa tersebut dan juga berharap dengan penuh tawakkal terhadap rahmat Allah SWT.

Berazzam untuk tidak akan pernah mengulanginya kembali.

Seseorang bisa dikatakan bertaubat jika perbuatan dosanya tersebut telah benar-benar ditinggalkan dan tidak pernah diulangi kembali. Hal ini bisa dikatakan sebagai hijrah secara mental. Proses hijrah secara mental ini perlu agar semua pintu kemungkinan berbuat dosa tertutup rapat dan tidak membuka peluang perbuatan tersebut akan terulang kembali.

Meminta Ampun kepada Allah SWT.

Wajib hukumnya untuk meminta ampun atas dosa yang telah diperbuat. Mintalah ampun kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan segala kemurahan-Nya, insyaAllah Dia akan mengampuni dosa yang kita taubatkan.

Berjuang dengan sepenuh tenaga untuk istiqomah di jalan hidup yang baru.

Pada akhirnya, setelah kedua syarat diatas terpenuhi maka Allah akan menguji kembali hamba yang telah melakukan taubat tersebut. Ujian tersebut berupa dorongan untuk kembali melakukan dosa yang telah kita tinggalkan atau dorongan untuk melakukan dosa yang lainnya. Allah akan mencatat setiap amal dan ikhtiar yang kita lakukan guna menghindar sejauh mungkin dari perbuatan dosa tersebut sehingga tidak satu pun amal yang hilang dengan sia-sia.

Meminta maaf kepada sesama manusia, jika kesalahan itu terkait hubungan kita dengan sesama.

Sampaikanlah permintaan maaf dengan sepenuh hati dan dengan lapang dada. Mintakan pula ampunan kepada Allah melalui lisannya. Terima dengan lapang dada jika pihak yang pernah kita sakiti tersebut masih memendam amarah atau melontarkan cemoohan, sebaliknya mintalah ampunan kepada Allah untuknya.

Demikianlah penjelasan seputar shalat taubat. Semoga Allah memberikan kepada kita hidayah dan taufiq agar menjadi orang-orang yang senantiasa bertaubat, sehingga termasuk orang-orang yang disukai oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٲبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al Baqoroh : 222).Wallahu A'lam.

Bacaan doa harian

Bacaan Doa setiap hari
Doa adalah Permohonan manusia kepada Tuhannya, doa adalah pertanda sangat butuhnya kita sebagai ummat manusia terhadap kebesaran Tuhan yang maha Esa. Diantara doa-doa yang sering kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah sebagai berikut dibawah ini.

Do'a sebelum tidur
بِسْمِكَ اللّٰهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ
Bismikallohumma ahya wa amuutu
Artinya: "Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati".

Shalat Istisqo' meminta hujan

niat shalat istisqo'
Shalat Istisqa’ merupakan shalat sunnah yang dikerjakan untuk memohon turunnya hujan. Shalat Sunnah Istisqo’ dikerjaan pada saat musim kemarau yang berkepanjangan dan tidak kunjung usai. 

Sebelum mengerjakan shalat sunnah Istisqo’, imam supaya memerintahkan seluruh penduduk masyarakat sekitar untuk berpuasa selama tiga hari, bertaubat, tidak mengerjakan perbuatan dosa dan memperbanyak bersedekah. Pada saat hari pelaksanaan shalat istisqo’, semua masyarakat berangkat menuju tempat shalat dengan pakaian sederhana, dalam keadaan khusyu’ dan penuh rasa tawadlu’.

Shalat jama' dan qashar

Shalat jamak dan qashar
Agama Islam adalah agama yang tidak pernah memberatkan pemeluknya, dalam berbagai hal ibadah banyak meringankan bagi pemeluknya yang kurang mampu dalam mengerjakannya. diantaranya keringanan-keringanan itu ada dalam ibadah shalat. Misalkan tidak mampu shalat dengan cara berdiri maka boleh melakukan shalat dengan cara duduk, duduk tidak mampu maka boleh dengan cara berbaring dan seterusnya. Begitu juga bagi orang yang sedang bepergian (musafir) yang diberikan keringanan dalam menjalankan shalat berupa shalat jama' dan shalat qashar. Dibawah ini akan kita bahas tentang shalat jama; dan shalat qashar.

Shalat Jama'
Shalat Jama' yaitu penggabungan dua waktu shalat dan dikerjakan dalam satu waktu, misalkan shalat Dzuhur dengan Ashar yang dikerjakan pada waktu Dzuhur.