Takwa Adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi
segala larangannya. Banyak sekali kitab-kitab kuning yang membahas tentang
ketakwaan manusia kepada penciptanya diantara salah satunya adalah kitab
Riyadhussholihin ( taman orang-orang Sholih ). bagi warga Nahdliyyin mengaji kitab kuning gundul adalah sudah menjadi hal tradisi di pondok-pondok pesantren seperti mengaji kitab riyadhussholihin ini yang mana Ada beberapa kajian di dalamnya
yang menerangkan tentang TAKWA yang di antaranya seperti penjabaran dibawah ini
:
– باب التقوى
قال اللَّه تعالى : { يا أيها الذين
آمنوا اتقوا اللَّه حق
تقاته } .
وقال تعالى (التغابن 16):
{ فاتقوا اللَّه ما استطعتم
} .
وهذه الآية مبينة للمراد
من الأولى.
وقال اللَّه تعالى (الأحزاب
70): { يا
أيها الذين آمنوا اتقوا
اللَّه، وقولوا قولا سديدا
} .
والآيات
في الأمر بالتقوى كثيرة
معروفة.
وقال تعالى (الطلاق 2،
3): { ومن
يتق اللَّه يجعل له
مخرجا، ويرزقه من حيث
لا يحتسب } .
وقال تعالى (الأنفال 29):
{ إن تتقوا اللَّه يجعل
لكم فرقانا، ويكفر عنكم
سيئاتكم. ويغفر لكم، والله
ذو الفضل العظيم } .
والآيات
في الباب كثيرة معلومة.
وأَمَّا
الأَحَاديثُ
69- فَالأَوَّلُ
: عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي
اللَّهُ عنه قال : قِيلَ
: يا رسولَ اللَّهِ مَن
أَكْرَمُ النَّاسِ ؟ قال : « أَتْقَاهُمْ
» فقَالُوا : لَيْسَ عَنْ هَذا
نَسْأَلُكَ ، قَالَ : « فيُوسُفُ
نَبِيُّ اللَّهِ ابن نَبِيِّ
اللَّهِ ابن نَبيِّ اللَّهِ
ابنِ خَلِيلِ اللَّهِ » . قَالُوا
: لَيْسَ عن هَذَا نَسْأَلُكَ
، قال : فعَنْ
مَعَادِنِ الْعَرَب تسْأَلُونِي ؟ خِيَارُهُمْ في
الْجاهِليَّةِ خِيَارُهُمْ في الإِسلامِ إذَا
فَقُهُوا » متفقٌ عليه .
و « فَقُهُوا » بِضَمِّ الْقَافِ عَلَى
الْمَشْهورِ ، وحُكِي كسْرُهَا
. أَي : عَلِمُوا أَحْكَامَ الشَّرْعِ .
70- الثَّانِي
: عَنْ أبي سَعيدٍ الْخُدْرِيِّ
رضي اللَّه عنه عن
النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ
وسَلَّم قال : « إنَّ الدُّنْيا
حُلْوَةٌ خضِرَةٌ ، وإنَّ
اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا . فينْظُر كَيْفَ تَعْمَلُونَ
. فَاتَّقوا الدُّنْيَا واتَّقُوا النِّسَاءِ. فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنةِ
بَنِي إسْرَائيلَ كَانَتْ في النسَاء
» رواه مسلم.
71- الثالثُ
: عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي
اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ
صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم
كَانَ يَقُولُ : «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى
وَالتُّقَى وَالْعفافَ والْغِنَى » رواه مسلم .
72- الرَّابعُ
: عَنْ أبي طَريفٍ عدِيِّ
بْنِ حاتمٍ الطائِيِّ رضي
اللَّه عنه قال : سمعت
رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ
عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « مَنْ
حَلَفَ عَلَى يمِين ثُمَّ
رَأَى أتقَى للَّهِ مِنْها
فَلْيَأْتِ التَّقْوَى » رواه مسلم .
73- الْخَامِسُ
: عنْ أبي أُمَامَةَ صُدَيَّ
بْنِ عَجْلانَ الْباهِلِيِّ رضي اللَّهُ عنه
قال: سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى
اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَخْطُبُ في
حَجَّةِ الْودَاع فَقَالَ : « اتَّقُوا اللَّه ، وصَلُّوا
خَمْسكُمْ ، وصُومُوا شَهْرَكمْ
، وأَدُّوا زكَاةَ
أَمْوَالِكُمْ ، وَأَطِيعُوا أُمَرَاءَكُمْ
، تَدْخُلُوا جَنَّةَ
رَبِّكُمْ » رواه التِّرْمذيُّ ،
في آخر كتابِ الصلاةِ
وقال : حديثٌ حسنٌ صحيح
.
69.Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Ada beberapa orang
bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling
mulia?” Rasulullah SAW menjawab : “Orang yang paling bertakwa.” Para sahabat
berkata: “Bukan itu yang kami tanyakan.” Rasulullah SAW bersabda : “Kalau
begitu, Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.” Para sahabat berkata: “Bukan
hal itu yang kami tanyakan.” Rasulullah SAW balik bertanya : “Apakah yang
kalian tanyakan itu berkenaan dengan keturunan Arab yang baik? Kalau demikian,
maka orang yang mulia adalah orang Arab yang paling baik budi pekertinya di
zaman Jahiliyah dan baik pula budi pekertinya ketika Islam dan mereka memahami
agama Islam.” ( HR. Bukhari dan Muslim )
70.Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA dari Nabi SAW, Beliau
bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan indah dan sesungguhnya Allah
mengusahakan kepada kalian untuk mengelola yang ada di dalamnya, kemudian Allah
mengawasi apa yang kalian perbuat. Maka hati-hatilah kalian terhadap dunia dan
wanita. Sesungguhnya bencana yang pertama kali timbul pada Bani Israil adalah
karena wanita.” (HR. Muslim)
71.Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata : “Nabi SAW sering berdo’a
: “ALLAHUMMA INNI AS ALUKAL HUDA WATTUQAA WAL ‘AFAAFA WAL GHINAA ( Ya Allah,
sungguh aku mohon kepada- Mu semoga Engkau berkenan memberikan petunjuk,
ketakwaan, kehati-hatian dan perasaan cukup).” ( HR.
Muslim )
72.Dari Abu Tharif ‘Adiy bin Hatim Ath-Tha’i RA, berkata :
“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang bersumpah, kemudian
dia beranggapan dengan sumpahnya itu dia telah bertakwa kepada Allah maka
hendaklah dia melaksanakan sesuatu yang menunjang takwaannya itu.” ( HR. Muslim
)
73.Dari Abu Umamah Shuday bin ‘Ajlan Al-Bahiliy RA, ia
berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW berkhutbah pada haji Wada’ : “Bertakwalah
kamu sekalian kepada Allah, sholatlah kalian lima waktu sehari semalam,
berpuasalah pada bulannya ( bulan Ramadhan ), tunaikanlah zakat harta bendamu
serta patuhlah kepada pemimpin-pemimpin kalian, maka kalian akan masuk surga.”
( HR. Tirmidizi ).
Demikian kajian tentang bab takwa dalam kitab
Riyadhussholihin, semoga kita dapat mengambil hikmah dan mampu menambah
ketakwaan kita sebagai Mahluk ciptaannya. Semoga bermanfaat.

