Wudhu yakni mencuci atau membasuh bagian-bagian anggota badan tertentu dengan air sebelum melakukan Shalat baik yang wajib ataupun yang sunnah dan ibadah-ibadah yang lain yang di wajibkan suci dari hadats besar ataupun hadats yang kecil.
Apabila kita amati, hakekatnya gerakan wudhu tidaklah jauh berbeda dengan tindakan mencuci wajah dan lainnya yang bukan ibadah. Namun Bedanya yakni wudhu ialah wujud ketaatan kita kepada Ajaran Allah.
Wudhu yaitu aktivitas mensucikan diri dari hadats kecil, apabila mau bersuci diri dari hadats besar dengan melakukan mandi besar( junub). Dan apabila mau berwudhu tak terdapat air maka dapat diganti dengan melakukan tayamum memakai debu yang suci.
Nabi Muhammad SAW. Bersabda :
”Tidak diterima shalatmu tanpa bersuci atau Wudhu”.(HR.Muslim)
Sebelum kita melaksanakan wudhu sebaiknya kita memahami Fardhu wudhu, sunnah wudhu, makruh wudhu dan juga perkara yang membatalkan wudhu.
1.Perkara Fardhu dalam berwudhu
- Niat berwudhu
- Membasuh wajah secara merata mulai dari dahi sampai janggut dan dari pelipis telinga kanan sampai pelipis telinga kiri
- Membasuh kedua tangan hingga siku
- Membasuh kepala dari ubun-ubun hingga tengkuk
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
- Membasuh yang tersebut diatas secaraurut (tertib)
2.Perkara Sunnah dalam berwudhu
- Membaca Kalimat Basmalah
- Menggosok gigi (Siwak)
- Berkumur dan membasuh lubang hidung
- Mengusap seluruh bagian rambut kepala
- Membasuh dua telinga
- Mendahulukan anggota badan yang kanan
- Menggosok anggota wudhu
- Membaca doa sesudah berwudhu
- Tertib (Berturut-turut).
3.Perkara yang dapat membatalkan Wudhu
- Keluarnya sesuatu dari 2 lubang depan dan belakang (anus), kecuali air mani
- Hilang kesadaran (akal) yang disebabkan epilepsi, gila atau mabuk.
- Tidur, kecuali tidur yang tidak merubah posisi bokong.
- Bersentuhan secara langsung pada lain jenis yang bukan muhrim,termasuk bersentuhan antara suami istri.
- Menurut qaul madzhab syafi’i dalam kitab Bidayatul Mujtahid Juz I hal. 27 dijelaskan bahwa yang batal wudhunya dan diwajibkan mengulangi wudhunya yakni yang menyentuh saja, dan yang disentuh tidak batal dan tidak perlu mengulangi wudhunya
- Menyentuh kemaluan tanpa penghalang (baik kemaluan sendiri maupun kemaluan orang lain) dengan telapak tangan bagian dalam.
4.Perkara yang Makruh Ketika berwudhu
- Melakukan wudhu ditempat yang najis
- Membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali
- Berlebih-lebihan dalam menggunakan air saat berwudhu
- Meninggalkan satu perkara sunnah wudhu atau lebih
- Melakukan wudhu dari sisa air wudhu istri
Tata cara melakukan wudhu :
Mengucapkan niat berwudhu :
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰی
” NAWAITUL WUDLUU-A LIRAF’IL HADATSIL ASH-GHARI FARDHLAN LILLAAHI TA’AALA ”.
“Saya Niat Berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah”.
Usai membaca niat berwudhu maka lanjutkan hal dibawah ini :
- Membaca Bismillah sambil membasuh kedua belah tangan sampai bersih
- Membersihkan mulut atau berkumur sebanyak 3 kali
- Membasuh hidung sebanyak 3 kali
- membasuh muka atau kepala dari rambut kepala sampai dagu dan dari telinga kanan ke telinga kiri sebanyak 3 kali
- Membasuh kedua Tangan sampai siku sebanyak 3 kali.
- Membasuh sebagian Rambut kepala sebanyak 3 kali
- Membasuh kedua Telinga sebanyak tiga kali.
- Membasuh kedua kaki sampai mata kaki sebanyak tiga kali.
- Membaca Doa Setelah mengerjakan wudhu
Doa Setelah berwudhu :
اَشْهَدُ اَنْ لآّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUUWA ROSUULUHUU, ALLOOHUMMAJ'ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ'ALNII MINAL MUTATHOHHIRIINA WAJ'ALNI MIN 'IBADIKA ASHSHALIKHINA.
Artinya : Saya mengaku bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya mengaku bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah saya dari kelompok orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah saya dari kelompok orang-orang yang bersuci dan jadikanlah saya termasuk kelompok orang-orang yang sholih.
Ketika mengerjakan wudhu kita menjadi lebih sempurna, sebaiknya tambahkan do'a-do'a sebagai berikut pada tiap gerakan wudhu. Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab karya Syekh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar
1. waktu membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali, berdoa:
اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا
Allahumma ihfadh yadi min ma’ashika kullaha
Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari segala tindakan maksiat.”
2. waktu berkumur, disunnahkan berdoa di dalam hati:
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا
Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu ‘alaihi wa sallam ka’san la adzma’a ba’dahu Abadan
Artinya: “Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, berikanlah aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang menyegarkan sampai aku tidak merasa haus selamanya.”
3. Waktu membersihkan lubang hidung, ketika menghirup air, dalam hati mengucapkan berdoa:
اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك
Allahumma Arihni Raaihatal jannah. Allahumma la tahrimni raihata ni’amika wa jannatika
Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium aroma wangi-wangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmat-Mu dan wanginya surga.”
Waktu mengeluarkan air dari lubang hidung, mengucapkan doa:
اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ
Allahumma inni a’udzu bika min rawaihin nar wa su`i dar
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya bebauan neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”
4. Waktu membasuh wajah, seraya berdoa :
اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuhun wa taswaddu wujuh
Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari tatkala wajah-wajah memutih dan menghitam.
Doa ini diucapkan supaya di akhirat kelak, Allah menjadikann kita termasuk kelompok orang-orang yang baik, dimana waktu berkumpul di padang mahsyar kelak orang yang baik akan berwajah putih, dan sebaliknya orang yang jelek akan berwajah hitam.
5. Waktu membasuh tangan kanan, sambil mengucap doa:
اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا
Allahumma a’thini kitabi biyamini, wa hasibni hisaban yasiran
Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amal saya (kelak di akhirat) pada tangan kanan saya, dan hisablah saya dengan hisab yang ringan.”
Waktu membasuh tangan kiri, Seraya panjatkan doa:
اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ
Allahumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri
“Ya Allah, jangan berikan kitab amal saya (kelak di akhirat) pada tangan kiri saya, dan jangan pula diberikan dari balik punggung saya.”
6. Waktu mengusap kepala, sambil mengucapkan doa:
اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك
Allahumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-nari wa adzilni tahta ‘arsyika yauma la dzilla illa dzilluka.
Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tidak ada naungan melainkan naungan dari-Mu.”
7. Waktu mengusap telinga, sambil mengucapkan doa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ
Allahumma ij’alni minalladzina yastami’unal qaula fayattabi’una ahsanahu.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang sanggup mendengar perkataan dan sanggup meniru apa yang baik dari perkataan tersebut.”
8. Waktu membasuh kaki kanan sambil berdoa:
اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ
Allahumma ij’alhu sa’yan masykuran wa dzamban maghfuran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allahumma tsabbit qadami ‘ala shirathi yauma tazila fihi al-aqdam.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku di waktu melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”
Dan Waktu membasuh kaki kiri seraya membaca doa :
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ
Allahumma inni a’udzu bika an tanzila qadami ‘anish-shirathi yauma tanzilu fihi aqdamul munafiqin
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir di waktu melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari tatkala banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”
Demikianlah tuntunan mengerjakan wudhu yang benar menurut syariat agama , dan semoga bermanfaat buat kita semua.

